10 Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia 2021

Indonesia masuk dalam daftar Negara dengan perusahaan tambang terbesar di dunia. Tak mengherankan, terlebih jika melihat peta persebaran sumber daya mineral Indonesia yang merata dari Sabang hingga ke Merauke. Melimpahnya sumber daya ini menjadikan sektor pertambangan sebagai salah satu devisa terbesar Negara.

Terbukti dengan langgengnya perusahaan tambang besar di beberapa provinsi, terus bermunculan perusahaan baru lainnya secara kontinyu.

Bukan hanya memegang peran penting untuk sektor ekonomi, namun pertambangan juga harus menyeimbangkan perannya dalam pengabdian sosial. Khususnya untuk masyarakat dan lingkungan melalui perogram Corprorate Social Responsibility.

Daftar Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia

Pemeliharaan kawasan pertambangan menjadi begitu krusial, mengingat besarnya pemasukan ekonomi dari aktivitas di sekitarnya.

Hingga saat ini Indonesia mencatat 10 perusahaan tambang terbesar yang masih aktif melakukan kegiatan opersional, daftarnya adalah sebagai berikut:

#1. PT. Pertamina

tambang terbesar

Perusahaan tambang terbesar ini memang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri sejak tahun 1957. Pertamina nerperan sebagai penambang dan pengolah minyak dan gas.

Hingga saat ini, Pertamina memegang kendali dalam pengolahan bahan bakar minyak dan non minyak, gas bumi, petrokimia dan pelumas. Pertamina merupakan pemegang pengelolaan kilang minyak terbesar di Indonesia, dengan kapasitas mencapai 1,051,7 MBSD.

Operasional Pertamina juga didukung oleh belasan anak perusahaan lainnya, antara lain; PT. Patra Jasa, PT. Pertamina EP Cepu, Pertamina Bina Medika, PT. Pertamina Drilling Services Indonesia, Pertamina Dana Ventura, PT. Nusantara Regas, PT. Tugu Pertamina Indonesia, PT. Pertamina Retail, Pertamina EP, PETRAL, PT. Pertamina Geothermal Energy, Pertamina Trans Kontinental, PT. Pertagas, PT. Pertamina Patra Niaga, dan PT. Pertamina Hulu Negeri.

Baca juga: 10 Aplikasi Trading Saham Terbaik

#2. PT. Freeport Indonesia

tambang emas

Perusahaan tambang yang ditengarai oleh PT. Freefort Indoneia merupakan salah satu yang tertua dan terbesar di Indonesia. Bahkan pengelolaan tambang emas dan tembaga yang berlokasi di Papua ini telah melejit namanya di dunia internasional.

Indonesia pertama kali membuka kerjasama dengan Freeport pada tahun 1967, dengan bagian saham sebesar 9, 36%. Kemudian pemerintah berhasil melakukan akuisisi saham dengan besaran 51%, dengan menebus sejumlah 56.1 triliun rupiah.

Klaim yang mengatakan bahwa penambangan oleh Freeport merupakan yang terbesar di Indonesia bukanlah hanya isapan jempol.

Selanjutnya hal itu terbukti dengan target hasil tambang yang dicanangkan oleh Freeport pada tahun 2020 lalu adalah 1,4 juta ounce emas, dan 1,4 miliar pound tembaga. Dan kedepannya, Freeport Indonesia memasang ancang-ancang untuk menambang 1,6 juta ounce emas dan 1.55 miliar pund tembaga.

#3. PT. Kaltim Prima Coal

tambang batu bara terbesar

Selain penambangan minyak bumi, emas dan tembaga, Indonesia juga memiliki warisan batubara yang melimpah.

Kekayaan inilah yang dikelola oleh PT. Kaltim Prima Coal yang berdomisili di Sanggata Utara. Tentu saja Kaltim Prima Coal termasuk perusahaan batu bara dengan penghasilan dan kawasan terbesar di Indonesia.

Sampai saat ini, Kaltim Prima Coal berhaisl menyerap 4.500 karyawan office, dan melebihi 20.000 karyawan lapangan. Operasionalnya dijalankan di pertambangan dengan luas 84,938 hekto are.

Demikian pula, Kaltim Prima Coal tercatat melakukan pembangunan PLTU berkapasitas massif 2 x 5 MW dan 3 x 15 MW. Dibangun pula PLTU dengan tenaga 18 MW yang didekikasikan kepada PLN untuk penerangan daerah Sangatta.

Pendapatan batu bara Kaltim Prima Coal terus mengalami pelonjakan. Layaknya yang terjadi di tahun 2018 dengan 58 juta ton, menuju 62 juta ton di tahun 2019.

#4. PT. Adaro Indonesia

saham adaro

Perusahaan tambang terbesar lainnya yang memegang tampuk pengolahan batubara di Indonesia adalah Adaro Indonesia.

Operasional Adaro Indonesia telah mulai sejak tahun 1966, dengan mengantongi izin pemerintah untuk domisili di bagian Kalimantan Selatan. Terdapat 3 penambangan oleh Adaro Indonesia, yaitu Wara, Tutupan dan Paringin.

Pada tahun 2019, tercatat penghasilan batu bara oleh Adaro Indonesia menyentuh 58.03 juta ton, dengan pemasukan mencapai 3.46 miliar dolar.

#5. PT. Vale Indonesia

perusahaan tambang nikel

Kendati baru mulai beroperasi pada tahun 2014, PT. Vale Indonesia Tbk memang masuk dalam jajaran perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Operasional perusahaan yang berpusat di Negara Jepang ini berada di lahan seluas 118,017 hektar.

Terdapat tiga wilayah daerah penambangan Vale Indonesia hingga tahun 2025 mendatang.

Wilayah tersebut yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan. Pada tahun 2020 ini, Vale Indonesia mencatat laba di angka 764.7 juta dollar.

#6. PT. Agincourt Resource

Agincourt Resource

Perusahaan tambang terbesar lainnya adalah yang dijalankan oleh PT. Agincourt Resource. Hingga saat ini, PT. Agincourt Resource masih Berjaya dengan pengelolaan mineral emas dan peraknya.

Masifnya operasional yang dijalankan oleh PT. Agincourt Resource membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, dengan menyerap lebih dari 3000 karyawan.

Tak hanya itu, PT. Agincourt mengkhususkan kuota hingga 70% slot pekerja bagi masyarakat di sekitar penambangan. Perusahaan yang berlokasi di area seluas 130,300 hektar ini memiliki aset perak sejumlah 64 juta ounce, dan 7.8 juta ounce emas.

Baca: Cara Daftar Indopremier Sekuritas untuk Jual Beli Saham

#7. Berau Coal

perusahaan tambang terbesar indonesia

Berau Coal merupakan perusahaan tambang batu bara yang memulai debutnya pada 1983, di kawasan Kalimantan Timur. Hingga saat ini, Indonesia mengizinkan proses penambangannya di konsensi daerah seluas 118,400 hektar.

Bukan hanya melakukan penambangan, namun Berau Coal juga turun tangan dalam proses penjualan dan distribusi batu bara di Indonesia.

Perkembangan perusahaan ini terbilang pesat, terbukti dengan hasil tambang pada tahun 2016 lalu yang sudah menyentuh angka 26 juta metric ton.

#8. PT. Bukit Asam Tbk

ptba tambang nikel terbesar

Perusahaan tambang terbesar lainnya di bidang batu bara adalah Bukit Asam. Perusahaan besar ini bahkan sudah berhasil menjadi pemain di bursa saham, bersama tiga anak perusahaannya yaitu PT. Bukit Energi Investama, Bukit Asam Prima, PT dan PT. Bukit Pembangkit Innovative.

Eksistensi PT. Bukti Asam Tbk di bidang pertambangan dibuktikan dengan validitas hasilnya di tahun 2019 lalu, yang mencapai 4 triliun rupiah.

#9. Kideco Jaya Agung

tambang batubara

Masih bermain di kawasan perusahaan tambang terbesar batu bara, Indonesia juga memiliki Kideco Jaya Agung yang berdomisili di Kalimantan Timur sejak tahun 1982. Kawasan penambangan yang dikelola oleh Kideco Jaya Agung mencapai 47,500 hektar.

Target hasil tambang yang dicanangkan oleh Kideco Jaya Agung di kuartal 2021 ini sejumlah 30 juta ton.

#10. PT. Amman Mineral-Nusa Tenggara

amman-mining

Perusahaan ini merupakan penambang emas dan tembaga terbesar kedua yang beroperasi di Indonesia, dengan kawasan khusus di bagian Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Berat.

PT. Amman Mineral-Nusa Tenggara menjalankan operasionalnya dengan fasilitas lengkap, layaknya pembangkit listrik bertenaga batu bara, dermaga dan terminal kapal feri.

Peralatan tambang super canggih dan modern, layanan udara, townsite, hingga pabrik pengolahan emas berkapasitas 120 ribu ton per harinya.

Meski pandemi covid-19 menggempur, PT. Amman Mineral-Nusa Tenggara tetap berhasil melakukan ekspor mineral sejumlah 372,626 WMT pada tahun lalu.

Itulah 10 perusahaan tambang terbesar di Indonesia, dengan pencapaian serta kontribusinya besar kepada masyarakat.

Tinggalkan komentar