6 Tips Memperbaiki Kondisi Keuangan


Pepatah mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini tentu tetap berlaku terhadap masalah keuangan. Lantas bagaimana cara memperbaiki kondisi keuangan di masa-masa sulit seperti saat ini?

Belakangan ini, banyak orang yang baru menyadari pentingnya mengelola keuangan ketika kondisi keuangan mereka memburuk.

Gaya hidup konsumtif, tidak dapat membedakan kebutuhan dan keinginan serta standar gaya hidup yang tinggi kerap menjadi penyebabnya.

Apakah anda adalah salah satunya? Jangan panik. Simak 6 tips memperbaiki kondisi keuangan berikut agar anda tidak semakin terpuruk.

Memperbaiki kondisi keuangan yang buruk tidak hanya akan membuat keuangan anda saat ini membaik.

Hal ini sedikit banyak pasti akan mengajarkan anda mengelola keuangan untuk mencapai kemandirian finansial yang baik di masa depan. Berikut tips lengkapnya:

1 Cari Tahu Akar Masalah yang Membuat Keuangan Anda Memburuk

Tips pertama dari 6 tips memperbaiki kondisi keuangan adalah mencari penyebab dari buruknya keuangan anda.

Apa yang menyebabkan keuangan anda berbeda dari sebelumnya? Cara paling mudah adalah lacak dan catat pengeluaran anda selama sebulan sebelumnya.

Apakah jumlah pendapatan yang anda terima kurang dari sebelumnya? Benarkah anda memiliki kegiatan baru atau aktifitas lain yang berbeda dari sebelumnya?

Apakah utang anda bertambah? Apa jumlah cicilan anda bertambah? Apakah tabungan anda sudah habis terpakai?

Mencatat keuangan anda sebulan sebelumnya mungkin terlihat sepele dan membuang waktu.

Namun cara ini terbukti efektif karena dengan cara ini anda dapat mengetahui letak pengeluaran anda yang terlalu boros atau berbeda dengan pengeluaran saat anda belum mengalami kesulitan keuangan.

Dengan mengetahuinya, anda bisa mengurangi atau menghapus pengeluaran tersebut.

Misalnya, sudah tahu kalau bulan ini anda terlalu banyak menghabiskan uang untuk meminum kopi bersama teman di cafe.

Anda bisa mengurangi hal tersebut, toh selama ini anda juga bisa melanjutkan pertemanan tanpa sering pergi ke cafe. Bukan begitu?

2 Menentukan Prioritas Kebutuhan dengan Membuat Anggaran Keuangan

Cara memperbaiki kondisi keuangan berikutnya ialah dengan membuat anggaran keuangan pribadi.

Anggaran pribadi merupakan hal penting yang seharusnya selalu jadi pedoman seseorang. Tidak perlu sekompleks anggaran perusahaan.

Buat saja sangat sederhana seperti setelah menerima gaji, apa yang akan anda lakukan? Kemana anda akan membelanjakan gaji tersebut?

Pertama, anda harus membedakan terlebih dahulu antara kebutuhan dan keinginan. Buatlah daftar kebutuhan anda dalam masa gaji anda tersebut.

Setelah membuat daftar pun, anda harus menentukan skala prioritas dari kebutuhan itu.

Mana yang harus terpenuhi terlebih dahulu. Jika masih ada sisa, pastikan anda menyisihkan untuk menabung (akan kita bahas pada poin 5 dalam artikel ini).

Jika masih ada sisa lagi, anda bisa memenuhi keinginan anda mungkin pergi berjalan-jalan atau membeli barang lain.

Kedua, anda harus memiliki tujuan keuangan yang pasti. Maksudnya adalah seberapa banyak uang yang ingin anda miliki.

Dan berapa sisa yang ingin anda sisihkan dalam periode waktu tertentu dan tentunya untuk apa uang tersebut.

Selain untuk membuat anggaran keuangan lebih jelas, anda juga bisa menjadikan tujuan keuangan ini sebagai motivasi untuk tetap berpegang teguh pada anggaran yang telah anda buat.

3 Lunasi Hutang Anda dan Berhenti atau Batasi Jumlah Cicilan

Cara memperbaiki kondisi keuangan berikutnya adalah dengan melunasi hutang secepatnya. Coba catat kembali berapa utang yang anda punya? Sebagian orang yang memiliki keuangan buruk.

Berakar dari pendapatan yang habis untuk membayar hutang atau cicilan. Sebaiknya, dahulukan mengeluarkan uang untuk melunasi semua hutang daripada memenuhi keinginan yang kurang penting di bulan tersebut.

Semakin cepat hutang lunas, semakin sedikit beban yang akan anda tanggung di masa depan.

Coba hitung ulang jumlah hutang anda. Pada ahli keuangan membatasi hutang atau cicilan yang boleh dimiliki seseorang maksimal adalah 30% dari pendapatan anda.

Namun hal ini tidak berlaku jika hutang yang anda miliki adalah hutang produktif yang dapat membuat pengembalian di kemudian hari.

Misalnya, anda berhutang untuk membeli alat kepentingan usaha, mencicil kendaraan untuk menghemat uang transportasi, dan lainnya.

Satu lagi yang penting, saat semua hutang telah lunas, jangan ulangi berhutang kembali. Jangan lakukan kesalahan yang sama.

4 Ubah Kebiasaan Buruk yang Akan Melibatkan Keuangan Anda

Apakah anda tahu mengapa orang kaya bertambah kaya sedangkan orang miskin semakin menjadi miskin?

Hal ini berhubungan dengan cara orang kaya dan orang miskin dalam memandang uang yang mereka punya.

Orang kaya cenderung berfikir bagaimana cara menghasilkan uang lebih banyak dari uang yang sudah mereka punya (memutar uang).

Sedangkan orang miskin cenderung berfikir bagaimana cara menghabiskan uang yang mereka punya sebelum mereka menerima uang kembali di bulan berikutnya.

Padahal, belum tentu orang miskin tersebut akan mendapatkan uang di bulan depan.

Untuk itu, mulailah ubah kebiasaan buruk anda seperti hidup konsumtif menjadi hidup produktif.

Hidup membelanjakan uang menjadi hidup menyimpan uang. Mengeluarkan uang untuk kebutuhan ketimbang untuk keinginan yang masih bisa ditunda.

Satu lagi, tentukan batas kemampuan anda terkait dengan gaya hidup, jangan memaksakan diri untuk bergaya seperti milyader ketika anda hanya memiliki beberapa rupiah di dompet anda.

5 Mulailah Berinvestasi

Cara selanjutnya dari 6 tips memperbaiki kondisi keuangan adalah dengan memulai investasi.

Seperti yang telah kita bahas pada poin sebelumnya, uang sisa yang anda miliki untuk menabung sebaiknya jadikan uang tersebut menjadi uang produktif.

Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi. Tak perlu muluk-muluk, anda bisa memulai dengan investasi sederhana yang sesuai dengan rencana keuangan anda.

Tidak jago investasi dan masih takut? Jangan khawatir, saat ini Indonesia memiliki banyak platform terpercaya yang menyediakan pilihan investasi sesuai budget yang anda miliki. Tentunya dengan pendapat ahli manajer keuangan.

6 Carilah Pendapatan dari Sumber Pendapatan Lain yang Memungkinkan

Jika pada anggaran yang anda buat di awal, pendapatan anda memang kurang untuk memenuhi kebutuhan utama.

Artinya anda memang harus menambah penghasilan. Carilah pekerjaan yang tidak mengganggu pekerjaan utama anda.

Akan lebih baik jika pekerjaan yang anda jalani adalah sebagian dari hobi anda.

Bisa menjalankan hobi sekaligus menghasilkan uang bukan pilihan yang buruk bukan?

Pada poin ke 4 yang tadi sudah kita jabarkan, terdapat kalimat bahwa anda harus mengubah gaya hidup konsumtif menjadi produktif.

Hal ini selain bisa memperbaiki kondisi keuangan, juga bisa membuat anda menambah penghasilan loh.

Misalnya saja, jika anda sering menghabiskan uang untuk makan siang di luar, anda bisa menggantinya dengan membawa bekal.

Buat beberapa bekal dan jual bekal tersebut pada teman yang biasa anda ajak makan bersama di luar.

Contoh lain, misal anda terlalu banyak menghabiskan uang untuk berbelanja kerajinan.

Cobalah untuk membuat kerajinan yang anda inginkan dan jika berhasil, anda bisa turut menjualnya. Menghemat sekaligus menghasilkan uang bukan?

Baca Juga: 5 Cara Bayar Cicilan Kredivo yang Paling Mudah

Tahukah anda, apa hal paling penting ketika anda mulai menerapkan 6 tips memperbaiki kondisi keuangan di atas?

Jawabannya adalah kontinuitas atau berkelanjutan rencana keuangan yang telah anda susun.

Mungkin terlihat mudah dan sepele, namun sesungguhnya mempertahankan itu lebih sulit daripada memulai.

Apapun yang anda lakukan di masa sekarang, jika tidak anda lanjutkan pada kehidupan selanjutnya.

Anda akan menyesalinya di masa depan karena kejadian ‘kondisi keuangan memburuk’ pasti akan berulang.

Untuk itu, keberlanjutan dari rencana anda adalah hal yang penting.

Demikian artikel lengkap mengenai 6 tips memperbaiki kondisi keuangan pribadi.

Semoga tips di atas dapat membantu, tetap semangat dalam kondisi apapun dan semoga berhasil!

Tinggalkan komentar

Artikel Terkait: