Begini 7 Cara Agar Pinjol Tidak Sebar Data

Cara agar pinjol tidak sebar data – Semenjak munculnya pinjaman online di Indonesia, penyebaran data pribadi menjadi isue yang mencoreng nama Fintech Lending. Bukan tanpa alasan, karena data dan fakta menunjukan bahwa banyak aduan masyarakat terkait penagihan pinjaman online yang tidak beretika.

Lantas bagaimana caranya biar aplikasi pinjaman online tidak bisa mengakses kontak dan menyeebar data pribadi kita?

Selama tiga tahun (2019 – 2021) OJK menyebutkan terdapat 19.711 pengaduan masyarakat terhadap pinjaman online. Dari keseluruhan pengaduan tersebut terdapat 9.270 atau (47,03%) yang termasuk pelanggaran berat.

Salah satu pelanggaran yang masuk dalam kategori berat yakni ancaman penyebaran data pribadi baik melalui sosial media maupun kontak HP yang disertai dengan teror dan intimidasi.

Siapa lagi kalau bukan ulah pinjol ilegal yang selama ini menjadi musuh pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen. Bak rentenir dan lintah darat, pinjol ilegal kerap menawarkan pinjaman dengan suku bunga dan biaya tinggi.

Bengisnya lagi mereka menerapkan denda keterlambatan tanpa batas. Artinya peminjam bisa saja terkena denda keterlambatan lebih besar dari pokok pinjaman yang mereka terima.

Puncaknya, peminjam yang tidak bisa bayar utang sesuai ketentuan bakal menanggung risiko. Risiko tersebut antara lain penagihan dengan kata kasar dan ancaman, penagihan melalui seluruh kontak HP peminjam, hingga penyebaran data pribadi.

Seperti kita ketahui pinjaman online merupakan layanan pinjam meminjam berbasis teknologi dengan syarat KTP dan data pribadi. KTP dan data pribadi inilah yang menjadi senjata pelaku pinjol ilegal dalam tindakan penagihan.

Selain itu aplikasi pinjaman online khususnya yang ilegal juga kerap menyadap HP pengguna sehingga bisa merugikan pengguna. Tak jarang korban fintech ilegal mencari cara agar pinjol tidak sebar data mereka yang terlanjur di tangan debt collector.

Cara Agar Pinjol Tidak Sebar Data

cara agar pinjol tidak sebar data

Mengingat besarnya risiko tersebarnya data diri, sudah sepatutnya kita sebagai konsumen menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan.

Guna menghindari risiko tersebut momaju.id bakal bagikan 7 cara agar pinjol tidak sebar data pribadi yang bisa kamu coba!

  • 1. Tolak Akses Aplikasi

tolak-akses-aplikasi-ke-kontak-dan-media

Selain mengandalkan KTP, pinjol dengan layanan melalui aplikasi juga kerap mengakses data pribadi yang terdapat pada ponsel. Ironisnya banyak pengguna tidak sadar memberikan izin pada aplikasi yang mereka install untuk mengintip data dalam ponsel.

Bukan hal mustahil jika debt collector (DC) bisa mengantongi data pribadi ponsel pengguna baik berupa kontak pertemanan, sosial media, hingga media foto dan video. Data dan media pribadi inilah yang kemudian jadi andalan DC khususnya pinjol ilegal dalam melakukan penagihan.

Jika yang bersangkutan tak kunjung membayar kewajiban sesuai ketentuan mereka, tidak menutup kemungkinan data pribadi bakal tersebar ke kontak peminjam. Makanya penting bagi kalian pengguna aplikasi pinjol untuk memblokir akses kontak dan media aplikasi pinjol.

Di sisi lain, aplikasi pinjol yang mengakses kontak dan data media bisa kita pastikan bahwa perusahaan tersebut termasuk ilegal. Pasalnya pinjol legal hanya boleh mengakses tiga data pengguna yakni mikrofon, kamera, dan lokasi saja.

Cara untuk memblokir akses perizinan yang mencurigakan kamu bisa ikuti langkah berikut:

  • Pertama buka menu setting ponsel kamu.
  • Kemudian cari menu apl atau aplikasi dalam daftar pengaturan tersebut.
  • Berikutnya silakan pilih aplikasi pinjol yang hendak kamu blokir aksesnya.
  • Pada tahap berikutnya silakan ketuk “izin aplikasi”.
  • Lalu blokir atau nonaktifkan izin aplikasi mengakses data pribadi baik itu media, kontak, maupun sambungan telepon.

Melalui langkah di atas, aplikasi yang kamu install tidak lagi memiliki akses untuk mengintip data pribadi mulai dari kontak, hingga media. Pemutusan akses menjadi salah satu cara agar pinjol tidak sebar data kamu.

  • 2. Bayar Tagihan Tepat Waktu

bayar-tepat-waktu

Cara agar data pribadi tidak disebar oleh pinjaman online berikutnya yakni dengan bayar cicilan tepat waktu. Teror debt colector dalam menjalankan tugasnya biasanya karena debitur tidak membayar kewajiban tepat waktu.

Itulah kenapa kamu harus pahami dengan seksama konsekuensi sebagai seorang peminjam. Jika sekiranya tidak sanggup bayar kewajiban ya sebaiknya jangan meminjam. Demikian pula dengan pilihan jumlah dan tenor pinjaman yang harus kamu pertimbangkan dengan penghasilan.

Pungkasannya jika kamu terlanjut punya utang di pinjaman online segera lunasi kewajiban bayar dan uninstall aplikasi tersebut dari ponsel. Harapannya kamu tidak lagi tergiur dengan iming-iming pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit tanpa mempertihatikan legalitasnya.

  • 3. Tingkatkan Literasi Keuangan

tingkatkan-literasi-keuangan

Salah satu faktor pendorong maraknya pinjol ilegal tidak lain karena tingkat literasi masyarakat yang masih rendah. Fakta ini bisa kita lihat dari banyaknya korban rentenir online tidak tahu apakah aplikasi pinjol yang mereka manfaatkan memiliki legalitas atau tidak.

Pinjol di bawah pengawasan OJK wajib mengikuti aturan yang ada, salah satunya tidak boleh mengakses kontak dan melakukan penagihan tanpa etika. Meningkatkan literasi sangat penting agar kamu tidak terjerat jebakan pinjaman online ilegal yang bisa dengan mudah mengakses kontak sekaligus menyebarkan informasi pribadi.

Dengan memperbanyak literasi keuangan kamu bisa dengan mudah membedakan mana aplikasi pinjol legal dan ilegal. Selain itu kamu juga bisa mengetahui sebatas mana hak serta kewajiban sebagai pengguna jasa pinjaman online.

  • 4. Laporkan Pinjol yang Mengancam Sebar Data ke POLRI

cara agar pinjol tidak sebar data dengan lapor ke polri

Sejak adanya komitmen pemberantasan pinjol ilegal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan POLRI, Kominfo, Kemenkop UKM, dan Bank Indonesia untuk menindak tegas pelau pinjaman online ilegal.

Kamu bisa coba laporkan kasus pinjaman online ilegal ke pihak berwenang jika merasa terjadi tindak kejahatan siber. Caranya cukup mudah, silakan kunjungi https://patrolisiber.id/ kemudian pilih menu “Laporkan”.

Untuk membuat laporan kasus pinjol kamu bisa masuk dengan menggunakan akun google. Melalui formulir tersebut silakan sampaikan informasi secara lengkap mulai dari kronologi hingga bukti.

Jika terjadi penagihan dengan ancaman penyebaran dana pribadi kamu bisa lengkapi dengan kontak maupun akun sosial media mereka. Meskipun tidak otomatis menjadi laporan polisi, setidaknya laporan kamu bakal diterbitkan bila ada berbagai bukti pendukung yang sah.

  • 5. Cara Agar Pinjol Tidak Sebar Data dengan Lapor ke OJK

lapor-ke-ojk

Cara agar pinjol tidak sebar data juga bisa kamu lakukan dengan melaporkannya ke OJK. Proses laporan pinjaman online ilegal ke OJK bisa kamu lakukan dengan mengirimkan email ke Satgas Waspada Investasi dengan alamat surel waspadainvestasi@ojk.go.id.

Selanjutnya biarlah aplikasi tersebut diblokir oleh pihak berwenang sehingga data kamu aman dari sadapan pinjol ilegal. Sejak 2018 – 2021 OJK melalui Satgas Waspada Investasi berhasil memblokir 3.5616 entitas pinjol ilegal. Berikut rinciannya:

  • Pada tahun 2018 terdapat 404 entitas pinjol ilegal yang dihentikan.
  • Tahun 2019 ada 1.493 pinjol ilegal yang diblokir.
  • Pada 2020 tercatat 1.026 entitas pinjol yang dihentikan.
  • Sedangkan hingga agustus 2021 terdapat 593 pinjaman online ilegal yang diblokir.
  • 6. Jangan Mudah Percaya Konten Menyesatkan

hindari konten menyesatkan

Konten pinjol ilegal yang sekarang banyak bertebaran berupa video di youtube sebenarnya harus menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya ada beberapa konten kreator mempublikasikan seolah pinjam duit lewat pinjaman ilegal itu mudah dan tidak perlu bayar.

Ironisnya jumlah subcriber mereka terus bertambah seolah apa yang disajikan dalam channel tersebut merupakan kebenaran. Padahal oknum pembuat konten pinjol ilegal tersebut belum tentu pernah mengajukan pinjaman melalui aplikasi yang mereka sampaikan.

Karena apa? Saya yakin 99% dari mereka yang membagikan informasi pinjaman online ilegal melalui kanal youtube bertujuan mendulang keuntungan dari video yang mereka bagikan. Ujungnya pengunjung yang dengan gampangnya mempercayai seolah pinjol ilegal mudah kita akali bisa saja terjerat jebakan rentenir online.

  • 7. Gunakan Pinjol Legal

gunakan-fintech-legal

Cara pungkasan agar pinjol tidak sebar data ya hindari mengakses aplikasi non OJK. Seperti yang sering kita bahas, fintech di bawah pengawasan OJK memiliki aturan baik dalam menawarkan layanan pinjaman maupun penagihan.

Pinjaman online resmi OJK juga tidak boleh mengakses data ponsel selain tiga hal yakni kamera, mikrofon, dan lokasi/ GPS. Dengan demikian tidak ada cerita entitas pinjaman online OJK menyebarkan data pribadi pengguna.

Selain akses aplikasi, fintech legal juga memiliki peraturan dalam menerapkan bunga dan biaya pinjaman. Termasuk cara dan sistem penagihan yang mereka pergunakan.

Kesimpulan

Bak pisau bermata dua, pinjaman online bisa menjadi dewa penolong di saat kondisi darurat. Namun sebaliknya pinjol juga bisa menjadi petaka jika pemanfaatannya tidak kamu pertimbangkan secara matang.

Jangan pernah menggunakan aplikasi pinjol non OJK. Karena hal ini justru bakal menimbulkan masalah lebih serius sehingga kamu bingung cari cara kabur dari pinjaman online ilegal.

Cara agar pinjol tidak sebar data pribadi dan akses kontak ponsel tentunya bisa kamu hindari dengan memanfaatkan Fintech Lending legal. Perusahaan terdaftar dan berizin OJK memiliki ketentuan sesuai peraturan OJK tentang pinjam meminjam uang dengan memanfaatkan teknologi informasi. Semoga dengan adanya komitmen pemberantasan pinjaman ilegal, era rentenir online di Indonesia segera berakhir.

Tinggalkan komentar